https://bontang.times.co.id/
Berita

Yogyakarta Tuan Rumah JAFF 2025, Siap Kukuhkan Diri sebagai Kota Sinema Asia

Minggu, 30 November 2025 - 20:12
Yogyakarta Tuan Rumah JAFF 2025, Siap Kukuhkan Diri sebagai Kota Sinema Asia Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 berlangsung di Gelanggang Inovatif Kreatif Universitas Gadjah Mada (GIK UGM) (FOTO: Soni/TIMES Indonesia)

TIMES BONTANG, YOGYAKARTA – style="text-align:justify">Yogyakarta kembali memancarkan pesonanya di kancah perfilman Asia. Kota budaya yang penuh kreativitas ini resmi menjadi tuan rumah Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025, sebuah festival film bertaraf internasional.

Kegiatan ini berlangsung di Gelanggang Inovatif Kreatif Universitas Gadjah Mada (GIK UGM) mulai 29 November hingga 6 Desember 2025.

Gelaran yang memasuki usia ke-20 tahun ini semakin menegaskan posisi Yogyakarta sebagai kiblat industri film pendek dan pusat pertumbuhan ekosistem film di Indonesia.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, memastikan bahwa pemerintah kota mendukung penuh penyelenggaraan JAFF tahun ini. Ia menegaskan bahwa Jogja telah mendeklarasikan diri sebagai Jogja Kota Festival, dan kini sedang menapaki level lebih tinggi: Jogja Kota Cinema.

“Kita support full JAFF. Harapannya, Jogja menjadi Kota Cinema. Ekosistem kreatif di sini kuat karena kita adalah Kota Budaya dan Kota Pendidikan,” ungkap Wawan, Minggu (30/11/2025).

Ia turut menyoroti pertumbuhan pesat karya anak muda Jogja, mulai dari film pendek hingga konten audio visual yang semakin mendunia. Wawan berharap festival ini semakin besar dan mampu melibatkan lebih banyak pelaku kreatif serta membawa film-film internasional diproduksi di Jogja.

Wawan hadir dalam pembukaan JAFF 2025 bersama Kepala Dinas Kebudayaan Yetti Martanti dan Pendiri JAFF, Garin Nugroho.

Aktor Top Turut Hadir, JAFF 2025 Makin Bergengsi

JAFF 2025 semakin meriah dengan kehadiran banyak pelaku industri perfilman papan atas. Nama-nama besar seperti Reza Rahadian, Raline Shah, dan Hanung Bramantyo. Mereka menghadiri acara tersebut untuk menyapa para pecinta film Jogja yang luar biasa antusias.

Festival ini juga memutar cuplikan film-film nasional dan Asia pilihan yang siap membawa pengalaman sinema kelas dunia.

Dalam sambutan pembukaan, Menteri Kebudayaan RI, Dr. H. Fadli Zon S.S., M.Sc, menekankan pentingnya penyelamatan arsip film nasional sebagai bagian dari pelestarian budaya bangsa.

“Film itu warisan budaya yang rawan rusak dan sering tidak jelas hak cipta kepemilikannya. Karena itu, penyelamatan arsip film harus melibatkan semua pihak,” tegasnya.

Fadli Zon juga mengungkapkan rencana pembangunan museum film nasional yang representatif, termasuk mendukung penuh proses restorasi film lama yang bernilai sejarah.

Garin Nugroho: Perjalanan 20 Tahun, Tantangan Ingatan Budaya

Pendiri JAFF, Garin Nugroho, menggarisbawahi bahwa ekosistem film Indonesia sedang dalam fase emas, penonton tumbuh, festival berkembang, dan talenta muda terus bermunculan. Namun, Garin mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan.

“Semua perkembangan ini tidak ada artinya jika karya-karya hari ini tidak dapat dinikmati generasi masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi lintas generasi menjadi kunci menjaga ingatan budaya bangsa.

Dengan dukungan kuat pemerintah, komunitas film yang solid, serta talenta kreatif yang terus bertumbuh, JAFF menjadi bukti bahwa Jogja bukan hanya pusat seni dan pendidikan tapi juga sedang bertransformasi menjadi kota yang akan memimpin industri perfilman Asia.

Jogja bukan lagi sekadar kota festival. Jogja adalah Kota Sinema!  (*)

Pewarta : Soni Haryono
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bontang just now

Welcome to TIMES Bontang

TIMES Bontang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.