Tagihan Membengkak Dikeluhkan, PDAM Bontang Temukan Pemakaian Ganda Satu Meter
PDAM Tirta Taman meninjau laporan warga. (Foto : Kusnadi/TIMES Indonesia)

Tagihan Membengkak Dikeluhkan, PDAM Bontang Temukan Pemakaian Ganda Satu Meter

Lonjakan tagihan air pasca kenaikan tarif PDAM Tirta Taman Bontang dikeluhkan pelanggan. Manajemen cek lapangan, sebut pemakaian tinggi dan kebocoran pipa sebagai faktor utama.

TIMES Bontang,Jumat 3 April 2026, 22:32 WIB
1.1K
K
Kusnadi

BONTANGLaporan yang masuk dari pelanggan PDAM Tirta Taman Bontang tentang keluhan terkait tingginya tarif air pasca kebijakan penyesuaian tarif air PDAM Tirta Taman Bontang atau PDAM Bontang pada bulan April 2026 membuat tim dan manajemen melakukan pengecekan di lapangan. 

Media ini pun melakukan komfirmasi kepada PDAM Tirta Taman hasil dari pantauan tim PDAM Tirta Taman dilokasi pelanggan yang melapor dan memposting di media sosial tagihan ratusan ribu hingga jutaan tersebut.

Diantaranya pelanggan di Loktuan dengan nilai tagihan Rp1.7 juta dengan penggunaan 181 kubik sebulan yang di klaim sebelumnya hanya membayar Rp950 ribu. Kemudian ada juga pelanggan dengan catatan tagihan air sebanyak Rp 700 ribu dengan pemakaian 67 kubik air.

Tak hanya itu pihaknya juga mendatangi lokasi pelanggan di kelurahan Guntung yang mengaku tagihan airnya naik drastis sebanyak Rp60 ribu dibandingkan bulan sebelumnya hanya membayar Rp 171 ribu.

“Kenaikannya terasa sangat tinggi, padahal pendapatan warga tidak mengalami peningkatan,”ungkap salah seorang warga.

Menanggapi hal itu Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Taman, Suramin, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti informasi yang beredar. Ia menyebut, sebagian besar keluhan berasal dari pelanggan dengan pemakaiah air yang terbilang tinggi.

Pemakaian tinggi cenderung adanya penggunaan dua rumah atau lebih dalam satu meteran. Begitupun adanya kebocoran pipa dalam satu pelanggan. 

Untuk itu ia meminta agar pelanggan segera melapor ke kantor Perumda Tirta Taman agar penyebab lonjakan tagihan dapat ditelusuri lebih lanjut.

Tak lupa Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kenaikan tagihan tanpa melihat kondisi lapangan lebih lanjut.

“Banyak faktor. Bisa karena kebocoran pipa, atau satu meter digunakan untuk beberapa kebutuhan seperti usaha atau rumah sewa,”ungkap Suramin.

Meski tak dipungkiri adanya upaya evaluasi terhadap kualitas pelayanan distribusi air kepada pelanggan. Ia menyarankan pilihan keringanan pembayaran kepada pelanggan dengan cara mencicil. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Kusnadi
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bontang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.