https://bontang.times.co.id/
Pendidikan

Pendidikan Bela Negara, Fondasi Karakter Mahasiswa Unper Tasikmalaya

Selasa, 03 Februari 2026 - 21:17
Pendidikan Bela Negara, Fondasi Karakter Mahasiswa Unper Tasikmalaya Ribuan mahasiswa Unper saat mengikuti upacara pembukan PBN X di lapangan upacara Kampus Universitas Perjuangan, Selasa (3/2/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

TIMES BONTANG, TASIKMALAYA – Sebanyak 1.011 mahasiswa Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya mengikuti kegiatan Pendidikan Bela Negara X (PBN) yang digelar di Lapangan Upacara Unper Tasikmalaya. Selasa (3/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya kampus dalam membentuk mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter perjuangan, jiwa nasionalisme, dan semangat kejuangan sebagai generasi penerus bangsa.

Pendidikan Bela Negara yang diikuti ribuan mahasiswa ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa Unper. Bagi mahasiswa yang belum mengikuti pada tahun ini, pihak universitas memastikan akan mewajibkan pelaksanaannya pada tahun berikutnya, sebagai bagian dari kurikulum pembentukan karakter.

Ketua Yayasan Universitas Siliwangi (YUS), Brigjen TNI (Purn) Eko Yulianto, usai upacara pembukaan kepada awak media menegaskan pentingnya Pendidikan Bela Negara bagi mahasiswa sebagai generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa.

Menurutnya, mahasiswa Universitas Perjuangan diharapkan mampu memahami dan menginternalisasi nilai-nilai bela negara sebagai kewajiban moral dan kebangsaan. 

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam menumbuhkan semangat juang, rasa cinta tanah air, serta kesadaran berbangsa dan bernegara.

“Sebagai generasi muda, mahasiswa Unper harus memahami bahwa bela negara bukan hanya konsep, tetapi nilai yang harus hidup dalam diri setiap mahasiswa,” tegas Eko Yulianto. Selasa (3/2/2026).

Ia menekankan bahwa bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter dan mental.

Tak Sekadar Pendidikan Militer

Pendidikan Bela Negara (PBN), lanjut Eko Yulianto, bukanlah pendidikan militer semata. PBN merupakan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kecintaan terhadap tanah air, kesetiaan kepada Pancasila, kerelaan berkorban, serta kemampuan awal membela negara.

Tujuan utamanya adalah membentuk warga negara yang tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman multidimensional, baik ancaman ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, maupun pertahanan dan keamanan.

Pendidikan bela negara dilaksanakan melalui berbagai pendekatan, mulai dari pendidikan formal di kampus, pelatihan, pembudayaan nilai, hingga sosialisasi berkelanjutan.

“Bela negara itu bukan hanya angkat senjata. Hari ini ancaman bangsa jauh lebih luas. Karena itu, mahasiswa harus disiapkan sejak dini,” ujarnya.

Pendidikan Wajib bagi Mahasiswa Unper

Eko Yulianto menegaskan bahwa Pendidikan Bela Negara bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa Universitas Perjuangan. Tahun ini tercatat sebanyak 1.011 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut.

“Bagi mahasiswa yang belum melaksanakan tahun ini, maka tahun depan wajib mengikuti. Hari ini ada 1.011 mahasiswa, dan ini akan terus berlanjut,” katanya.

Kebijakan tersebut diambil sebagai komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga jiwa nasionalisme dan tanggung jawab kebangsaan.

Lebih jauh, Eko Yulianto menegaskan bahwa Universitas Perjuangan menginginkan mahasiswa memiliki ilmu pengetahuan yang kuat sekaligus karakter perjuangan yang kokoh.

“Kita menginginkan mahasiswa Unper ini memiliki ilmunya, tetapi juga memiliki karakter perjuangan. Tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme,” ungkapnya.

Nilai-nilai disiplin, kejuangan, serta tanggung jawab sosial menjadi bagian penting yang ditanamkan melalui PBN. Mahasiswa didorong untuk memiliki sikap disiplin, mental tangguh, serta kepedulian terhadap bangsa dan negara.

Membentuk Pemimpin Masa Depan

Dalam pandangan Eko Yulianto, mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin masa depan yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Oleh karena itu, pembekalan jiwa kejuangan menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Mahasiswa ini pengganti kita semua. Mereka calon-calon pemimpin. Kalau calon pemimpin tidak dibekali jiwa kejuangan, maka kita bisa lihat apa yang terjadi hari ini, seperti korupsi yang luar biasa,” tegasnya.

Ia juga menyoroti fenomena kepemimpinan saat ini yang dinilai belum sepenuhnya mampu memberikan keteladanan nyata kepada masyarakat.

“Banyak pemimpin hari ini tidak bisa memberikan contoh dan teladan. Hanya bisa menyampaikan pesan, tetapi dirinya sendiri tidak menjadi suri teladan,” ujarnya dengan nada kritis.

Menurut Eko Yulianto, tujuan akhir dari penanaman nilai kejuangan melalui Pendidikan Bela Negara adalah menciptakan pemimpin yang mampu menyelesaikan persoalan bangsa dengan keteladanan, bukan sekadar retorika.

Ia menilai bahwa nilai kejuangan harus diperkuat dengan pembekalan agama, sehingga melahirkan pemimpin yang berintegritas, jujur, dan bertanggung jawab.

“Harapan kita, output dari penanaman kejuangan ini adalah pemimpin yang bisa menyelesaikan masalah dengan keteladanan, ditopang oleh pembekalan agama,” pungkasnya.

Melalui Pendidikan Bela Negara, Universitas Perjuangan menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademik, kuat secara moral, dan kokoh dalam nilai kebangsaan.

Kegiatan PBN ini diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa Unper untuk menghadapi tantangan zaman, sekaligus berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara dengan semangat juang dan nasionalisme yang tinggi. (*)

Pewarta : Harniwan Obech
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bontang just now

Welcome to TIMES Bontang

TIMES Bontang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.