Gaya Hidup

Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia, Catat Tanggalnya!

Jumat, 26 Februari 2021 - 17:50
97.53k
Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia, Catat Tanggalnya! Ilustrasi Hari Tanpa Bayangan (foto: Pixabay/jplenio)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan pada tahun 2021.

Di Jawa Timur, hari tanpa bayangan akan terjadi di beberapa wilayah pada 27 dan 28 Februari 2021.

Pada 27 Februari, wilayah yang mengalami hari tanpa bayangan meliputi Banyuwangi, Jember, Lumajang, Kepanjen, Kanigoro, Pacitan, Blitar dan Lumajang. Fenomena tersebut terjadi antara pukul 11.35 WIB hingga pukul 11.48 WIB.

Pada 28 Februari, fenomena tanpa bayangan akan terjadi di wilayah antara lain Tulungagung, Trenggalek, Situbondo, Probolinggo, Bondowoso, Kraksaan, Malang, Ngasem, Batu dan Kediri. Fenomena itu terjadi sekitar pukul 11.36 WIB sampai 11.48 WIB.

Sementara di Yogyakarta, hari tanpa bayangan akan terjadi pada 28 Februari 2021, antara pukul 11.50 WIB sampai 11.51 WIB. Wilayah yang mengalami fenomena itu yakni Kota Yogyakarta, Wonosari, Sleman, Bantul dan Wates.

Selain di Jawa Timur dan Yogyakarta, fenomena hari tanpa bayangan juga terjadi di 34 ibu kota provinsi sepanjang 2021. Dengan lini waktu yang berbeda-beda, dari 20 Februari hingga 29 Maret 2021.


Pengertian hari tanpa bayangan 

Hari tanpa bayangan yang disebut kulminasi atau transit atau istiwa' adalah fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. 

"Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama," tulis BMKG dalam keterangan resminya yang dikutip Jumat (26/2/2021).

Pada saat itu, lanjut BMKG, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat "menghilang", karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. 

"Karena itu, hari saat terjadinya kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan," terang BMKG.


Penyebab terjadinya hari tanpa bayangan

BMKG menjelaskan, hari tanpa bayangan disebabkan oleh karena bidang ekuator bumi/bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika/bidang revolusi bumi. Sehingga posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun  antara 23,5 derajat LU sampai dengan 23,5 derajat LS. 

"Hal itu disebut sebagai gerak semu harian matahari," tulis BMKG.

BMKG menambahkan, pada tahun ini, matahari  tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2021 pukul 16.37 WIB dan 23 September 2021  pukul 02.21 WIB.  

Adapun pada 21 Juni 2021 pukul 10.32 WIB,  Matahari berada di titik balik utara dan pada 21 Desember 2021 pukul 22.59 WIB Matahari berada di titik balik selatan

Waktu terjadinya fenomena hari tanpa bayangan

Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam  setahun dan waktunya tidak jauh dari saat  matahari berada di khatulistiwa.

Di kota-kota lain, jelas BMKG, kulminasi  utama terjadi saat deklinasi matahari sama  dengan lintang kota tersebut. 

Khusus untuk Jakarta, fenomena tanpa bayangan akan terjadi pada 4 Maret 2021, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul   12.04 WIB, dan 9 Oktober 2021 yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB.  

Daftar lengkap fenomena hari tanpa bayangan atau kulminasi utama di sejumlah wilayah di Indonesia dapat dilihat di laman resmi bmkg.go.id. (*)

Pewarta : Rochmat Shobirin
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bontang just now

Welcome to TIMES Bontang

TIMES Bontang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.