Segera Beroperasi, Bendung Sungai Bontang Solusi Cepat Tangani Air Bersih di Kota Bontang
Bontang siapkan operasi Bendung Sungai Bontang dan WTP Kanaan untuk suplai air baku permukaan, kurangi ketergantungan air tanah, target distribusi pertengahan 2026.
BONTANG – Kota Bontang bersiap mengakhiri ketergantungan penuh pada air bawah tanah dengan segera mengoperasikan Bendung Sungai Bontang. Upaya ini menyusul akan difungsikannya lokasi bendung Sungai Bontang yang berlokasi di Kampung Masdarling, Kelurahan Gunung Telihan tidak lama lagi.
Langkah strategis ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Bontang dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mengatasi krisis air baku yang selama ini hanya mengandalkan sumur dalam (air tanah).
“Berkat dukungan Provinsi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kaltim Bendung Sungai Bontang selesai dibuat tahun 2024-2025. Bendung ini dirancang untuk menyuplai air baku permukaan guna diproses menjadi air bersih,” ujar Suramin Dirut PDAM Tirta Taman Bontang, Kamis (5/03/2026)
Penyaluran air ini kata Suramin akan didistribusikan melalui Water Treatment Plant (WTP) yang berlokasi di Kelurahan Kanaan.

Meski ia menyadari bahwa proses penyerahan pengelolaan WTP belum dilakukan Dinas PUPR, ia merasa perlu untuk melakukan langkah cepat agar bisa memfungsikan bendung Sungai Bontang dan WTP Kanaan untuk memaksimalkan pasokan air bersih di Kota Bontang.
“Kita juga sudah membangun WTP yang berada di Kelurahan kanaan belakang gereja advent, ini untuk mengolah pasokan air dari Sungai Bontang,” jelasnya
Lanjut dikatakan Suramin, pihaknya menargetkan distribusi air baku permukaan ini diproyeksikan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2026.
Target itu bukan sulit diwujudkan menurut pria yang telah lebih 20 tahun berada di PDAM Tirta Taman ini. Ia sudah mengantongi pernyataan Wali Kota Bontang yang telah menginstruksikan Dinas PUPRK Bontang untuk segera menyerahkan operasional WTP tersebut kepada Perumda Tirta Taman agar pasokan air ke masyarakat dapat segera terealisasi.
“Jika sudah selesai penyerahan sementara kami akan lakukan pengecekan air oleh lab independen waktunya sekitar 1 minggu kemudian pengecekan alat dan sistem perpompaan sebelum beroperasi penuh,”ucapnya.
Di hadapan pimpinan PDAM Bontang Suramin menegaskan bahwa penambahan sumber air baku permukaan sangat krusial untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk dan menjaga ketersediaan air dalam jangka panjang, mengingat cadangan air tanah yang terus menyusut.
“Pembangunan bendungan ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek dan menengah yang efektif sembari pemerintah terus menjajaki potensi air baku lainnya, seperti pemanfaatan lubang bekas tambang (void) dan bendungan regional,” harap Suramin.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



